Rabu, 05 Januari 2011

Jajaran direksi Perusahaan Daerah

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Jajaran direksi Perusahaan Daerah (PD) Badan Kredit Desa (BKK) hasil merger dari delapan BKK dilantik Bupati SukoharjoWardoyoWijaya kemarin.Mereka ditargetkan menurunkan angka kredit bermasalah.

Selain jajaran direksi BKK,Bupati juga melantik Direktur PD Percetakan dan Penerbitan Daerah (Percada).“ Jajaran direksi BKK hasil merger memiliki tugas berat.Salah satunya menekan non performing loan atau NPL di bawah 5%,” kata Wardoyo Wijaya seusai pelantikan kemarin. Direksi yang dilantik yaitu Direktur Utama Sukamto dan Direktur Sumardi. Posisi Direktur PD Percada kini ditempati Hery Kurnianto yang menggantikan Muhamad Hidayat.Yang bersangkutan dicopot dari jabatannya karena terlibat kasus. Wardoyo menjelaskan, merger atau penggabungan delapan BKK di Sukoharjo merupakan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 November 2004.

Nantinya, kalau BKK hasil merger sudah sehat dan lebih baik lagi kinerjanya, statusnya akan ditingkatkan menjadi bank perkreditan rakyat (BPR). Selanjutnya, bila sudah menjadi BPR akan dimerger dengan empat PD BPR/ BKK yang sudah ada. Penggabungan perusahaan keuangan kali ini memang hanya delapan BKK. Pemkab beralasan, empat BKK lainnya sudah berstatus BPR/BKK. Untuk itu, merger BPR/BKK akan dilakukan dalam tahap kedua mendatang dengan catatan BKK hasil merger sudah sehat dan berstatus BPR. “Saya minta kredit macet yang ada harus dipertanggungjawabkan. Direksi BKK yang baru harus berani dan bersikap tegas,”katanya.

Terkait merger BKK,Wardoyo mengatakan hal ini dilakukan sebagai bentuk peningkatan kinerja. Ketika kinerjanya semakin baik, dia berharap kontribusi yang diberikan untuk menyetor pendapatan asli daerah (PAD) juga semakin tinggi dan sebanding dengan penyertaan modal yang diberikan. Saat ini rata-rata NPL di BKK mencapai 10%. Karena itu, Bupati berharap setelah penggabungan dilakukan tingkat NPL dapat ditekan hingga di bawah 5%. Di sisi lain, terkait PD Percada, Wardoyo berharap kontribusi yang diberikan bisa dinaikkan. Pasalnya, selama ini kontribusi Percada hanya Rp45 juta per tahun. Padahal potensi pemasukannya sangat besar.Untuk meningkatkan kinerja perusahaan ini, dia akan mengumpulkan 58 satuan kerja (satker) yang ada di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Nanti 58 satker yang ada harus menggunakan jasa Percada terkait percetakan dan penerbitan sehingga BUMD ini semakin berkembang. Asisten II Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan Slamet Sanyoto mengungkapkan,kantor BKK hasil merger akan menempati kantor bekas Panitia Pengawas Pemilu di Kelurahan Gayam.Saat ini kantor tersebut masih dalam tahap renovasi. Direksi BKK hasil merger memiliki tugas dan tanggung jawab cukup berat. Pasalnya, saat ini tingkat kredit bermasalah delapan BKK masih cukup tinggi.Tak mengherankan bila mereka dibebani target utama menekan jumlah kredit yang macet.

“Target utama selain menekan NPL adalah meningkatkan loan to deposit ratio atau kredit yang disalurkan. Harapannya, meski LDR tinggi, NPL tetap harus rendah di bawah 5%,”kata Slamet,yang juga Ketua Dewan Pengawas BKK hasil merger tersebut.

0 komentar: